Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Pembelajaran yang Perlu Dipahami oleh Guru Biologi

Paradigma belajar bagi siswa menurut jiwa kurikulum yang berlaku saat ini adalah siswa aktif mencari bukan lagi siswa menerima. Untuk itu, pembelajaran harus dikembangkan menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kreatif. Salah satu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan oleh guru bidang studi biologi adalah model pembelajaran: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) .

Model pembelajaran PAIKEM merupakan model pembelajaran yang melibatkan aspek pedagogis, psikologis, dan didaktis secara bersamaan. Aspek pedagogis menunjuk pada kenyataan bahwa pembelajaran berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan.

Guru mendampingi siswa menuju kesuksesan belajar atau penguasaan sejumlah kompetensi tertentu. Aspek psikologis menunjuk pada kenyataan bahwa siswa pada umumnya memiliki taraf perkembangan yang berbeda, yang menuntut materi yang berbeda pula. Selain itu, aspek psikologis menunjuk pada kenyataan bahwa proses belajar itu mengandung variasi, seperti belajar keterampilan motorik, belajar konsep, belajar sikap, dan seterusnya. (Mulyasa, 2006: 191).

Begitu juga pembelajaran Biologi untuk SMA/MA sangat cocok menggunakan pendekatan PAIKEM dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. PAIKEM merupakan singkatan dari prinsip pembelajaran: Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Strategi Pembelajaran yang Perlu Dipahami oleh Guru Biologi


1. Aktif, artinya guru berusaha menciptakan suasana sedemikian rupa agar siswa aktif melakukan serta mencari pengetahuan dan pengalamannya sendiri tanpa harus menunggu perintah dari guru.
2. Inovatif, pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada, tidak monoton. Guru selalu mencari model yang kontekstual yang dapat menarik siswa.
3. Kreatif, agak mirip dengan inovatif, guru harus mengembangkan kegiatan belajar yang beragam, menciptakan pembelajaran yang penuh tantangan, pembelajaran berbasis masalah sehingga mendorong siswa untuk merumuskan masalah dan cara pemecahannya.
4. Efektif, guru harus secara tepat memilih model dan metode pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi dan situasi sehingga tujuan dapat tercapai dan bermakna bagi siswa.
5. Menyenangkan, guru harus berusaha dan menciptakan proses pembelajaran biologi menjadi menyenangkan bagi siswa. Apabila suasana menyenangkan maka siswa akan memerhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung.

Dalam proses pembelajaran biologi menggunakan pendekatan saintifik yang menekankan pada proses 5 M ( Mengamati, menanya, mengasosiasi, mengeksplorasi, dan mengomunikasi). Namun, perlu bapak atau ibu guru ketahui bahwa 5 M itu, bukan langkah-langkah (sintaks) pembelajaran yang harus dilakukan secara urut dalam setiap pembelajaran, melainkan kompetensi yang perlu dikembangkan pada diri siswa. Selain itu, disesuaikan dengan strategi pembelajaran yang dipilih dan dapat ditambahkan di mana masing-masing M bisa dikembangkan. Berikut penjelasan mengenai pendekatan saintifik yang menekankan pada proses 5 M.

1. Kegiatan Mengamati
Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan bagi siswa untuk secara luas dan bervariasi melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan pengamatan, melatih siswa untuk memerhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Selanjutnya guru membuka kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dan dibaca.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan pertama ini pada mata pelajaran biologi, antara lain:
a. Setiap awal pembelajaran, siswa harus membaca teks yang tersedia di buku teks pelajaran biologi untuk peminatan.
b. Siswa dapat dibelikan petunjuk penting yang perlu mendapat perhatian seperti istilah, konsep, atau ruang lingkup biologi yang pengaruhnya sangat kuat dan luas dalam kehidupan.
c. Siswa dapat diberikan petunjuk untuk mengamati gambar, foto, charta, torso, atau ilustrasi lain yang terdapat dalam bacaan.
d. Guru dapat menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Siswa dapat diberikan contoh-contoh yang terkait dengan materi yang ada di buku dengan daerah di sekitarnya. Contohnya pemanfaatan tanaman untuk mengobati penyakit.
e. Guru dapat memperkaya materi dengan membandingkan buku teks pelajaran biologi untuk Peminatan dengan buku literatur lain yang relevan.
f. Untuk mendapatkan pemahaman siswa yang lebih komprehensif, guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, dan dokumentasi audiovisual (film) yang relevan. Sebagai contoh untuk guru yang berada di daerah Papua dapat mendokumentasikan burung cendrawasih (Paradisea sp.), Begitu pula dengan di daerah lain dapat mengambil contoh keanekaragaman hayati Indonesia terkait sebaran flora dan fauna di daerahnya masing-masing jika ada.

2. Kegiatan Menanya
Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk fakta, konsep, prinsip, prosedur, hukum, dan teori. Tujuannya agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi secara kritis, logis, dan sistematis (critical thinking skills). Proses menanya bisa dilakukan melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktik diskusi kelompok memberi ruang pada siswa untuk mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan  kegiatan berdiskusi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut.
a. Siswa dapat dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan apa yang sudah
mereka baca dan amati dari gambar, foto, charta, atau ilustrasi Iain. Akan tetapi, siswa dapat juga mendiskusikan isi bacaan itu dalam bentuk tanya jawab kelas.
b. Siswa menuliskan pemahaman mereka dari hasil diskusi dan yang belum mereka pahami dari hasil diskusi.
c. Siswa dapat membuat tulisan singkat untuk kemudian didiskusikan.

Guru membimbing siswa agar mampu mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkret sampai abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, ataupun hal Iain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang disusun dapat bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetis.

Guru melatih siswa menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dan memberikan bantuan untuk belajar mengajukan pertanyaan sehingga siswa mampu mengajukan penanyaan secara mandiri.
Melalui kegiatan bertanya rasa ingin tahu siswa dapat dikembangkan. Semakin terlatih dalam bertanya, maka  rasa ingin tahu siswa akan semakin berkembang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi dasar untuk mencari informasi lebih lanjut dan beragam melalui sumber yang ditentukan guru sampai yang dipilih siswa sendiri. Dimulai dari sumber kajian yang tunggal sampai yang beragam.

3. Kegiatan Mengumpulkan Data/Eksperimen/Eksplorasi
Kegiatan eksperimen bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa dalam memperkuat pemahaman fakta, konsep, prinsip, ataupun prosedur dengan cara mengumpulkan data, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan mengumpulkan data atau eksperimen mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, menyajikan data, mengolah data, dan menyusun kesimpulan. Pemanfaatan sumber belajar termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat disarankan. Tindak lanjut kegiatan bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari sumber melalui berbagai cara. Agar terkumpul sejumlah informasi, siswa dapat lebih banyak membaca buku, memerhatikan fenomena atau objek dengan lebih teliti, bahkan melakukan eksperimen.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan eksplorasi informasi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut.
a. Guru merancang kegiatan untuk mencari informasi lanjutan baik melalui membaca sumber lain, mengamati dan mempelajari atau mengunjungi lembaga/instansi/dinas yang dapat menunjang materi pembelajaran. Seperti mengunjungi LIPI, Rumah Sakit atau Dinas Kesehatan.
b. Guru merancang kegiatan untuk mengidentifikasi permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan di lingkungan sekitar dan membandingkannya dengan permasalahan biologi di daerah lainnya.
c. Guru merancang kegiatan untuk melakukan wawancara kepada tokoh masyarakat atau pakar yang dianggap paham tentang permasalahan yang dibahas. 
d. Jika memungkinkan, siswa dianjurkan untuk menggunakan sumber dan internet.
e. Siswa membuat catatan mengenai informasi penting dan apa yang dibaca dan diamati.

4. Kegiatan mengasosiasi
Kegiatan mengasosiasi memiliki tujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan menganalisis informasi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut
a. Dapat membandingkan informasi dari situasi saat ini dengan sumber bacaan yang di peroleh dengan sumber yang diperoleh dari buku untuk menemukan hal yang lebih mendalam, meluas, atau bahkan berbeda.
b. Siswa menarik kesimpulan atau generalisasi dari informasi yang dibaca di buku dan informasi yang di peroleh dari lainnya.
c. Data yang diperoleh diklasifikasi, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi dari kegiatan ini memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi ( HOTS).

6. Kegiatan Mengkomunikasikan
Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan, dan menemukan pola. Hasil tersebut di sampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa tersebut. Kegiatan mengomunikasikan merupakan sarana untuk menyampaikan hasil  konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, maupun grafik. 


Post a Comment for "Strategi Pembelajaran yang Perlu Dipahami oleh Guru Biologi"